Gambaran Inti Model: LeaderStream
Tuhan memiliki satu tujuan sepanjang sejarah yang dinyatakan melalui banyak generasi. Kita harus membawa visi ini!
Malcolm Webber
LeaderStream: Sebuah Aliran Kehidupan dari Generasi ke Generasi, Kebenaran, Visi, dan Suksesi Kepemimpinan
Visi Allah bagi Setiap Generasi:
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. (Kejadian 17:7)
Tuhan tidak terbatas dan melampaui waktu. Dia melihat segala sesuatu - masa lalu, masa kini dan masa depan.
Oleh karena itu, Allah memiliki satu tujuan di sepanjang sejarah yang diekspresikan melalui banyak generasi, bukan hanya melalui individu atau satu generasi. Segala sesuatu yang kita lakukan harus membawa visi ini!
Suksesi sedang terjadi
Kenyataannya adalah:
- Kita berada dalam transisi generasi yang berkelanjutan. Generasi-generasi sedang berubah - suka atau tidak suka, siap atau tidak siap!
- Sebagai pemimpin, kita sering kali begitu sibuk dengan pekerjaan pelayanan sehingga kita tidak menyadari bahwa generasi telah berganti sehingga kita gagal untuk memupuk budaya suksesi kepemimpinan yang sehat.
- Akibatnya, muncullah masalah - sering kali krisis - dalam suksesi kepemimpinan di seluruh dunia di gereja-gereja dan organisasi-organisasi pelayanan.
Di masa depan, orang lain akan membangun dari apa yang telah Anda lakukan - bahkan, mereka sudah melakukannya! Satu-satunya pertanyaan adalah: seberapa baik mereka akan membangun? Seberapa baik Anda telah mempersiapkan mereka untuk membangun? Oleh karena itu, panggilan Anda bukan hanya untuk melakukan pekerjaan pelayanan, tetapi juga untuk membangun generasi berikutnya. Jika membangun generasi penerus adalah tujuan utama Anda, berarti Anda telah memenuhi kebutuhan mendasar saat ini dengan cara yang lebih baik dan Anda telah meletakkan dasar untuk pekerjaan yang lebih besar lagi di masa yang akan datang.
Model Suksesi Kepemimpinan yang Alkitabiah
Pendekatan alkitabiah terhadap suksesi bukan sekadar "rencana suksesi" tapi membangun "budaya suksesi". Membangun budaya tentu saja lebih besar dari sekedar memiliki rencana suksesi. Budaya berarti kepercayaan, nilai, prioritas, sikap, tindakan, kenangan, dan bahasa yang dianut bersama. Dalam budaya seperti itu, pengembangan pemimpin tidak terbatas pada sebuah program, melainkan merupakan kehidupan alamiah komunitas.
Ini bukan sekadar pengembangan beberapa individu yang berkualitas oleh beberapa pemimpin senior. Sebaliknya, satu generasi mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk membangun generasi berikutnya.
Model 3G untuk Suksesi Kepemimpinan
Dalam 1 Yohanes 2, Yohanes berbicara tentang tiga generasi yang berbeda. Masing-masing memiliki tanggung jawab dan kebutuhan yang berbeda:
- Bapa dan ibu rohani, yang memberikan hikmat dan nasihat serta memberikan dorongan dan tanggung-jawab. Mereka membutuhkan hubungan yang erat, kehormatan dan perhatian.
- Para pemuda dan pemudi, yang bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan yang nyata. Mereka membutuhkan kepercayaan, pemberdayaan dan akuntabilitas.
- Anak-anak, yang membutuhkan bantuan dan kesempatan untuk bertumbuh.
Memberi dan Menerima Warisan
Suksesi kepemimpinan dari generasi ke generasi bukan hanya sekedar mewariskan prinsip-prinsip dan pengetahuan, bentuk, struktur, dan sistem. Ini haruslah berupa pewarisan kehidupan! Suksesi bukan hanya tentang posisi dan kekuasaan; ini terutama tentang warisan berharga tentang Kesatuan dengan Kristus, integritas, visi, kebenaran.
Suksesi adalah sebuah proses memberi dan menerima harta ilahi. Generasi yang lebih tua memberi; generasi yang lebih muda menerima. Kedua generasi sama-sama bertanggung jawab. Harta ini diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui "Empat Dinamika Transformasi."
.jpg)
Suksesi Adalah Budaya, Bukan Event
Suksesi adalah sebuah budaya, bukan upacara. Suksesi adalah proses yang berkelanjutan, sebuah gaya hidup, bukan sesuatu yang terjadi pada satu peristiwa atau waktu tertentu.
Faktanya adalah Anda selalu berada dalam proses suksesi. Anak-anak menjadi pria dan wanita muda, dan pria dan wanita muda menjadi ayah dan ibu spiritual. Satu-satunya pertanyaan adalah: seberapa baik mereka menjalaninya?
Jadi, janganlah membangun "warisan Anda" - bangunlah manusia, bangunlah generasi berikutnya! Ini bukan tentang Anda dan warisan Anda; ini tentang mereka dan masa depan mereka. Inilah inti dari seorang ayah dan ibu spiritual sejati.
Tindakan utama dari kepemimpinan adalah untuk memupuk budaya pengembangan pemimpin dan suksesi kepemimpinan dari generasi ke generasi.

